Pengembangan e- learning
dalam
pembelajaran kimia
E-learning adalah sebuah proses
pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan
adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya di jaringan komputer
memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis web, sehingga
kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas yaitu
internet. Penyajian e-learning berbasis web ini bisa menjadi lebih
interaktif. Sistem e-learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah
yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu
(Nugroho, 2007).
E-learning ini sendiri mempunyai beberapa karakteristik seperti yang
telah dikemukakan oleh Suyanto (2005) mengemukakan 4 karakteristik
e-learning yang terdiri dari:
- Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, dimana pengajar dan peserta didik, peserta didik dan peserta didik, ataupun pengajar dan sesama pengajar dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
- Memanfaatkan keunggulan komputer (media digital dan jaringan komputer).
- Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri yang dapat disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dimana saja bila yang bersangkutan membutuhkannya.
- Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan yang dapat dilihat setiap saat di komputer
Dengan demikian, e-learning itu dapat diartikan sebagai suatu sistem
dalam pembelajaran yang mengacu pada penggunaan teknologi informasi yang
dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan
karakteristik-karakteristik seperti memanfaatkan jasa teknologi,
memanfatkan keunggulan komputer, menggunakan bahan ajar yang bersifat
mandiri, dan memanfaatkan jadwal belajar yang dapat dilihat pada
komputer, serta memberikan fasilitas yang dapat diakses oleh pengajar
dan peserta didik/mahasiswa secara pribadi.
Komponen yang membentuk e-learning (Romisatriawahono, 2008) adalah:
a. Infrastruktur e-learning
Infrastruktur e-learning merupakan peralatan yang digunakan dalam
e-learning yang dapat berupa Personal Computer ((PC), yakni komputer
yang dimiliki secara pribadi (Febrian, 2004)), jaringan komputer (yakni,
kumpulan dari sejumlah perangkat berupa komputer, hub, switch, router,
atau perangkat jaringan lainnya yang terhubung dengan menggunakan media
komunikasi tertentu.
b. Sistem dan aplikasi e-learning
Sistem dan aplikasi e-learning yang sering disebut dengan Learning
Management System (LMS), yang merupakan sistem perangkat lunak yang
mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional untuk
administrasi, dokumentasi, laporan suatu program pelatihan, ruangan
kelas dan peristiwa online, program e-learning, dan konten pelatihan
(Ellis, 2009)), misalnya, segala fitur yang berhubungan dengan manajemen
proses belajar mengajar seperti bagaimana manajemen kelas, pembuatan
materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), serta
sistem ujian online yang semuanya terakses dengan internet.
c. Konten e-learning
Konten e-learning merupakan konten dan bahan ajar yang ada pada
e-learning sistem (Learning Management System). Konten dan bahan ajar
ini bisa dalam bentuk misalnya Multimedia-based Content (konten
berbentuk multimedia interaktif seperti multimedia pembelajaran yang
memungkinkan kita menggunakan mouse, keyboard untuk mengoperasikannya)
atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku
pelajaran yang ada di wikipedia.org, ilmukomputer.com, dsb.). Biasa
disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat
dijalankan oleh peserta didik kapan pun dan dimana pun.
Sedangkan ’aktor’ yang ada dalam pelaksanakan e-learning boleh dikatakan
sama dengan proses belajar mengajar konvensional, yaitu perlu adanya
pengajar (dosen) yang membimbing siswa (mahasiswa) yang menerima bahan
ajar dan administrator yang mengelola administrasi dan proses belajar
mengajar.
Manfaat e-learning (Smaratungga, 2009) terdiri atas 4 hal, yaitu:
a. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity).
Apabila dirancang secara cermat, pembelajaran elektronik dapat
meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik antara peserta didik
dengan guru/instruktur, antara sesama peserta didik, maupun antara
peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity).
b. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).
2. apakah anda sebagai pembelajar setuju dengan pebelajaran berbasis e- learning? jelaskan
Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan
tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet, maka peserta
didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja
dan dari mana saja. Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan
pembelajaran, dapat diserahkan kepada instruktur begitu selesai
dikerjakan. Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan
guru/instruktur.
c. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience).
Dengan fleksibilitas waktu dan tempat, maka jumlah peserta didik yang
dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran elektronik semakin lebih
banyak atau meluas. Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi
hambatan. Siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, seseorang dapat
belajar. Interaksi dengan sumber belajar dilakukan melalui internet.
Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja yang
membutuhkan.
d. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).
Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat
lunak yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan
bahan belajar elektronik. Demikian juga dengan penyempurnaan atau
pemutakhiran bahan belajar sesuai dengan tuntutan perkembangan materi
keilmuannya dapat dilakukan secara periodik dan mudah. Di samping itu,
penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran dapat pula dilakukan,
baik yang didasarkan atas umpan balik dari peserta didik maupun atas
hasil penilaian instruktur selaku penanggung-jawab atau pembina materi
pembelajaran itu sendiri.
Permasalahan :
1. menurut anda apakah pembelajaran e - learning efektif digunakan didaerah perdesaan ? jelaskan pendapat anda.
3. Dalam pembelajaran dengan e- learning misalkan saja dalam ujian online apakah dapat meminimalkan kecurangan pesera didik ?
4. apa saja kekurangan dari metode e- learning ? jelaskan
Baiklah, saya desi ratna sari, akan menjawab permasalahan nomor 4.
BalasHapus1. Wawasan yang Tidak Seharusnya Dilihat
Seperti yang dijelaskan pada poin kelebihan sebelumnya bahwa e-Learning memberikan kebebasan akses siswa dan siswi untuk menambah wawasan mereka. Namun tidak semua wawasan di Internet itu positif. Jika tidak hati-hati siswa dan siswi dapat mengakses hal yang seharusnya mereka belum boleh akses seperti konten-konten porno yang beredaran di Internet. (Baca juga : Cara Bootable Flashdisk)
2. Kesosialan terganggu
Dengan e-Learning siswa dan siswi akan mempunyai wawasan yang berbeda-beda. Hal ini cenderung membuat siswa satu dengan lainnya merasa lebih superior karena mengetahui lebih banyak dari yang lainnnya. Atau bahkan yang wawasannya masih kurang luas merasa minder dan akhirnya mengucilkan dirinya sendiri. (Baca juga : Cara Cek Resi JNE)
3. Interaksi dengan guru berkurang
e-Learning membuat siswa dan siswinya berguru kepada internet namun hal ini menyebabkan interaksi dengan guru berkurang karena mereka telah mengetahui materi dan tidak ada lagi yang bisa ditanyakan kepada guru dikelas. Alhasil guru seperti tidak dibutuhkan lagi didalam kelas. (Baca juga : Cara Mendaftar AdSense )
4. Kurangnya akses internet
Bagaimana siswa dan siswi ingin melakukan pembelajaran elektronik jika pemerintah tidak memberikan akses internet kepada sekolah-sekolah tidak berkecukupan. (Baca juga : Tips Memilih Printer Yang Bagus dan Awet)
5. Infrastuktur yang tidak memadahi
Beberapa sekolah di Indonesia sudah dilengkapi dengan lab komputer yang lengkap isinya dengan komputer dan processor yang canggih. Namun masih ada banyak sekolah yang belum mempunyai ruangan lab untuk menampung komputer-komputer bantuan dari pemerintah. (Baca juga : Cara Mengatasi Lupa Password Laptop)
6. Kebiasaan lama susah diubah
Tidak dipungkiri, kebiasaan membaca buku pelajaran masih menempel disebagian siswa atau siswi. Mereka belum terbiasa dengan harus menatap monitor berjam-jam untuk mempelajari materi yang mereka pilih. (Baca juga : Penyebab Laptop Lemot)
8. Kurangnya interaksi antara guru dan siswa bahkan antar-siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar-mengajar. Sedangkan kekurangan pada penerapan Blended Learning menurut analisis yang saya lakukan adalah bahwa penerapan ataupun penggunaan blended learning ini sangat baik, di mana sistem pembelajaran campuran antara pembelajaran on line (melalui media internet) dan juga pembelajaran face – to- face (tatap muka langsung dengan pengajar) , Kelebihan lainnya adalah, pengajar mampu memonitor perkembangan siswa ,karena hal itulah membuat saya sendiri binggung apa kekurangan dari sistem pembelajaran ini.
Saya akan menjawab permasalahan no 2.
BalasHapusIya saja setuju dimana e-learning merupakan metode pembelajaran yang dilakukan melalui fasilitas elektornik atau dilakukan online. Ini semacam grup belajar yang pelaksanaannya dilakukan tanpa tatap muka,lalu ada 5 alasan mengapa e-learning perlu diterapkan.
1. Menghemat Banyak Waktu dan Uang
2. Memaksimalkan Penyerapan Materi
3. Ramah Lingkungan
4. Sesuai dengan Era Digital
5. Menawarkan Sistem Belajar dan Hasil yang Efisien
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ke3 menurut saya hal tersebut dapat berdampak positif untuk mengurangi kecurangan dalam ujian. Namun Pr yang besar bagi guru jika ingin menerapkan itu yakni membuat soal yang berbeda beda tiap siswa jika ingin menggunakan ujian online dan juga perlu dikaji tentang kemampuan siswanya untuk menggunakan komputer dan ketersedian sinyal yang memadai
BalasHapus