Revolusi industri 4.0
Dalam era yang semakin berkembang ini akan muncul beberapa perkembangan revolusi industri yang semakin canggih yaitu Revolusi industri 4.0.
Revolusi industri 4.0 yang menerapkan teknologi informasi telah benyak
mengubah model bisnis dan perilaku masyarakat di dunia, termasuk di
Indonesia. Hal ini pun diharapkan dapat diterapkan dalam dunia
pendidikan, terutama pendidikan tinggi.saat ini pendidikan tinggi bergeser pada peningkatan mutu yang berbasis pada sistem online. Hal ini pun kemudian juga diterapkan dalam sistem pembelajaran sehingga dapat berperan dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Indonesia melalui Kementerian Riset
Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), mengundang Perguruan
Tinggi terbaik di dunia untuk bekerja sama dalam meningkatkan mutu
Institusi Pendidikan Tinggi di Indonesia, mempersiapkan oritentasi dan
literasi baru dalam bidang pendidikan tinggi, terutama yang sangat
terkait erat dengan persiapan sumber daya manusia dalam menghadapi
Revolusi Industri ke-4.
Literasi lama yang mengandalkan baca, tulis dan matematika harus diperkuat dengan mempersiapkan literasi baru dalam bidang pendidikan tinggi., dalam rangka membersiapkan sumber daya manusia yang kompeten di masa depan. Tiga literasi baru tersebut adalah ‘Data Literation’, ‘Technology Literation’ dan ‘Human Literation.
Literasi lama yang mengandalkan baca, tulis dan matematika harus diperkuat dengan mempersiapkan literasi baru dalam bidang pendidikan tinggi., dalam rangka membersiapkan sumber daya manusia yang kompeten di masa depan. Tiga literasi baru tersebut adalah ‘Data Literation’, ‘Technology Literation’ dan ‘Human Literation.
Literasi Data adalah kemampuan untuk
membaca, analisa dan menggunakan informasi dari Big Data dalam dunia
digital. Literasi Teknologi adalah kemampuan untuk memahami sistem
mekanika dan teknologi dalam dunia kerja, seperti ‘Coding’, ‘Artifical
Intellence (AI)’, dan prinsip-prinsip teknik rekayasa (engineering
principles). Sedangkan Literasi Manusia (Sumber Daya Manusia – SDM)
adalah dalam bidang Kemanusiaan, Komunikasi dan Desain (Rancangan) –
yang perlu dikuasai oleh semua lulusan Sarjana di Indonesia.
Khusus untuk Literasi Manusia (SDM), strategi yang harus diterapkan kepada generasi penerus adalah, mereka harus mampu berinteraksi dengan baik, tidak kaku, dapat melakukan pendekatan kemanusian dengan melaksanakan komunikasi yang baik dan berbobot, selain harus menguasi desain kreatif dan inovatif.
Menteri Nasir juga menekankan bahwa keberhasilan Indonesia untuk menggiring SDM muda menghadapi Revolusi Industri 4.0, juga ditentukan oleh kualitas dari Dosen, Guru, maupun Tenaga Pendidik lainnya. Mereka harus menguasai (i) Skills (dalam kepemimpinan dan tim kerjasama, (ii) Kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru dan tantangan global (Cultural Agility), serta (iii) mempunyai kemampuan untuk berwirausaha (Entrepreneurship), termasuk penguasaan social entrepreneurship.
Adopsi teknologi baru kedalam Revolusi Industri-4, juga ditandai dengan kemampuan SDM Indonesia untuk melakukan berbagai terobosan inovasi, meningkatkan kemampuan untuk menggunakan informasi dari internet dengan optimum, memperluas akses dan meningkat proteksi ‘Cyber Security’. Yang menggembirakan adalah Indonesia masuk dalam kategori Negara yang siap untuk menjalankan Revolusi Industri ke-4 tersebut. Hal ini merujuk kepada report awal dari “the preliminary 4IR Country Readiness Evaluation”, dimana Negara Indonesia dikatakan sebagai kandidat yang potensial dan siap untuk menyambut Revolusi Industri ke-4 (4-IR). Untuk ini, Indonesia yang mendapatkan keuntungan dari ‘foreign direct investment (FDI)’, terus menerus membangun infrastruktur dalam bidang pendidikan tinggi, untuk mempersiapkan 4 IR.
Khusus untuk Literasi Manusia (SDM), strategi yang harus diterapkan kepada generasi penerus adalah, mereka harus mampu berinteraksi dengan baik, tidak kaku, dapat melakukan pendekatan kemanusian dengan melaksanakan komunikasi yang baik dan berbobot, selain harus menguasi desain kreatif dan inovatif.
Menteri Nasir juga menekankan bahwa keberhasilan Indonesia untuk menggiring SDM muda menghadapi Revolusi Industri 4.0, juga ditentukan oleh kualitas dari Dosen, Guru, maupun Tenaga Pendidik lainnya. Mereka harus menguasai (i) Skills (dalam kepemimpinan dan tim kerjasama, (ii) Kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru dan tantangan global (Cultural Agility), serta (iii) mempunyai kemampuan untuk berwirausaha (Entrepreneurship), termasuk penguasaan social entrepreneurship.
Adopsi teknologi baru kedalam Revolusi Industri-4, juga ditandai dengan kemampuan SDM Indonesia untuk melakukan berbagai terobosan inovasi, meningkatkan kemampuan untuk menggunakan informasi dari internet dengan optimum, memperluas akses dan meningkat proteksi ‘Cyber Security’. Yang menggembirakan adalah Indonesia masuk dalam kategori Negara yang siap untuk menjalankan Revolusi Industri ke-4 tersebut. Hal ini merujuk kepada report awal dari “the preliminary 4IR Country Readiness Evaluation”, dimana Negara Indonesia dikatakan sebagai kandidat yang potensial dan siap untuk menyambut Revolusi Industri ke-4 (4-IR). Untuk ini, Indonesia yang mendapatkan keuntungan dari ‘foreign direct investment (FDI)’, terus menerus membangun infrastruktur dalam bidang pendidikan tinggi, untuk mempersiapkan 4 IR.
Perkembangan Revolusi Industri ke-4 di
Indonesia, juga ditunjukkan dengan berkembangnya sistem ‘online’
perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam memasarkan produk-produknya.
Untuk itu, tenaga kerja Indonesia harus menguasai teknologi digital. Hal
ini perlu dimulai dari perbaikan dan atau reorientasi program
pendidikan tinggi, sehingga dapat menghasilkan sarjana yang berkualitas.
Tiga prinsip yang perlu diterapkan adalah (i) Competency-based
Education (pendidikan berbasis kompetensi), (ii) The Internet of Things
(IoT), penggunaan internet dalam sistem pengajaran, (iii)
Virtual/Augmented Reality (pengembangan sistem pendidikan berbasis maya
(virtual), untuk peningkatan transfer teknologi dari luar ke Indonesia,
serta (iv) Artificial Intelligence (AI) (pengembangan platform
pendidikan online, sehingga mahasiswa/I dapat memperoleh ilmu
pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan melalui online.
Oleh sebab itu, Indonesia menyambut baik institusi pendidikan tinggi asing, yang mau bekerja sama dalam pembangunan ‘cyber universities’ di Indonesia, serta mengembangkan sistem pengajaran jarak jauh (online learning system).
Oleh sebab itu, Indonesia menyambut baik institusi pendidikan tinggi asing, yang mau bekerja sama dalam pembangunan ‘cyber universities’ di Indonesia, serta mengembangkan sistem pengajaran jarak jauh (online learning system).
permasalahan
1. apakah menurut anda proses revolusi industri 4 sudah mulai muncul pada saat ini ? jelaskan
2. Dalam kegiatan pendidikan manakah yang lebih berpengaruh sistem pengajaran konvesional atau digital/ menggunakan teknologi seperti saat ini ?
3. apakah yang dituju pada era perubahan /revolusi industri 4 kepada setiap individu ?
4. Dalam persiapan menghadapi revolusi industri 4 dalam pendidikan apakah guru juga mempengaruhi proses perkembangan siswa tersebut ? jelaskan
4. Dalam persiapan menghadapi revolusi industri 4 dalam pendidikan apakah guru juga mempengaruhi proses perkembangan siswa tersebut ? jelaskan
Saya akan menjawab pertanyaan ke 4. Yaitu Dalam persiapan menghadapi revolusi industri 4 dalam pendidikan apakah guru juga mempengaruhi proses perkembangan siswa tersebut ? jelaskan
BalasHapusJawabannya : iya, sangat berpengaruh. Agar dunia pendidikan tetap memiliki daya relevansi yang tinggi dalam era revolusi industri 4.0 atau era disrupsi, para pendidik (guru dan dosen) dalam proses pembelajaran perlu mengintegrasi capaian pembelajaran tiga bidang secara simultan dan terpadu, yaitu capaian bidang literasi lama, literasi baru, dan literasi keilmuan.
Saya mencoba menjawab permasalahan 1.
BalasHapusRevolusi industri 4.0 sudah hadir. Hal ini dapat dilihat dari adanya aplikasi Go-jek, maraknya situs belanja online, semua orang mempunyai smartphone, dan orang-orang tidak perlu lagi bertemu dengan tatap muka karena sudah bisa meet lewat aplikasi memanfaatkan teknologi.
Baiklah saya akan mencoba menjawab permaslaahan ke-2
BalasHapusPada dasarnya sistem pengajaran dengan digital atau menggunakan telnolgi ini sangat efiesn karena dapat diterapkan dimanapun dan kapanpun sehingga lebih efektif waktu pengajarannya dan lebih praktis dibandingkan dengan pengajaran secara konvensional namun jika di tinjau kembali masih banyak daerah diindonesia yang belum memiliki jangkauan internet sehingga hak tersebut menjadi kendala dalam proses pembelajarannya . Sekian :)
Saya akan menjawab pertanyaan no 3. Yang menjadi tujuan revolusi industri 4 ialan individu yang memiliki kreatifitas, trampil , menguasai multimedia. Dan menjadi SDM yang berkualitas
BalasHapus