Langsung ke konten utama

7.Revolusi industri 4.0

Revolusi industri 4.0

Ilustrasi robot yang menggantikan fungsi manusia. 
 Dalam era yang semakin berkembang ini akan muncul beberapa perkembangan revolusi industri yang semakin canggih yaitu Revolusi industri 4.0.
Revolusi industri 4.0 yang menerapkan teknologi informasi telah benyak mengubah model bisnis dan perilaku masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini pun diharapkan dapat diterapkan dalam dunia pendidikan, terutama pendidikan tinggi.saat ini pendidikan tinggi bergeser pada peningkatan mutu yang berbasis pada sistem online. Hal ini pun kemudian juga diterapkan dalam sistem pembelajaran sehingga dapat berperan dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Indonesia melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), mengundang Perguruan Tinggi terbaik di dunia untuk bekerja sama dalam meningkatkan mutu Institusi Pendidikan Tinggi di Indonesia, mempersiapkan oritentasi dan literasi baru dalam bidang pendidikan tinggi, terutama yang sangat terkait erat dengan persiapan sumber daya manusia dalam menghadapi Revolusi Industri ke-4.
Literasi lama yang mengandalkan baca, tulis dan matematika harus diperkuat dengan mempersiapkan literasi baru dalam bidang pendidikan tinggi., dalam rangka membersiapkan sumber daya manusia yang kompeten di masa depan. Tiga literasi baru tersebut adalah ‘Data Literation’, ‘Technology Literation’ dan ‘Human Literation.
Literasi Data adalah kemampuan untuk membaca, analisa dan menggunakan informasi dari Big Data dalam dunia digital. Literasi Teknologi adalah kemampuan untuk memahami sistem mekanika dan teknologi dalam dunia kerja, seperti ‘Coding’, ‘Artifical Intellence (AI)’, dan prinsip-prinsip teknik rekayasa (engineering principles). Sedangkan Literasi Manusia (Sumber Daya Manusia – SDM) adalah dalam bidang Kemanusiaan, Komunikasi dan Desain (Rancangan) – yang perlu dikuasai oleh semua lulusan Sarjana di Indonesia.
Khusus untuk Literasi Manusia (SDM), strategi yang harus diterapkan kepada generasi penerus adalah, mereka harus mampu berinteraksi dengan baik, tidak kaku, dapat melakukan pendekatan kemanusian dengan melaksanakan komunikasi yang baik dan berbobot, selain harus menguasi desain kreatif dan inovatif.
Menteri Nasir juga menekankan bahwa keberhasilan Indonesia untuk menggiring SDM muda menghadapi Revolusi Industri 4.0, juga ditentukan oleh kualitas dari Dosen, Guru, maupun Tenaga Pendidik lainnya. Mereka harus menguasai (i) Skills (dalam kepemimpinan dan tim kerjasama, (ii) Kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru dan tantangan global (Cultural Agility), serta (iii) mempunyai kemampuan untuk berwirausaha (Entrepreneurship), termasuk penguasaan social entrepreneurship.
Adopsi teknologi baru kedalam Revolusi Industri-4, juga ditandai dengan kemampuan SDM Indonesia untuk melakukan berbagai terobosan inovasi, meningkatkan kemampuan untuk menggunakan informasi dari internet dengan optimum, memperluas akses dan meningkat proteksi ‘Cyber Security’. Yang menggembirakan adalah Indonesia masuk dalam kategori Negara yang siap untuk menjalankan Revolusi Industri ke-4 tersebut. Hal ini merujuk kepada report awal dari “the preliminary 4IR Country Readiness Evaluation”, dimana Negara Indonesia dikatakan sebagai kandidat yang potensial dan siap untuk menyambut Revolusi Industri ke-4 (4-IR). Untuk ini, Indonesia yang mendapatkan keuntungan dari ‘foreign direct investment (FDI)’, terus menerus membangun infrastruktur dalam bidang pendidikan tinggi, untuk mempersiapkan 4 IR.

Perkembangan Revolusi Industri ke-4 di Indonesia, juga ditunjukkan dengan berkembangnya sistem ‘online’ perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam memasarkan produk-produknya. Untuk itu, tenaga kerja Indonesia harus menguasai teknologi digital. Hal ini perlu dimulai dari perbaikan dan atau reorientasi program pendidikan tinggi, sehingga dapat menghasilkan sarjana yang berkualitas. Tiga prinsip yang perlu diterapkan adalah (i) Competency-based Education (pendidikan berbasis kompetensi), (ii) The Internet of Things (IoT), penggunaan internet dalam sistem pengajaran, (iii) Virtual/Augmented Reality (pengembangan sistem pendidikan berbasis maya (virtual), untuk peningkatan transfer teknologi dari luar ke Indonesia, serta (iv) Artificial Intelligence (AI) (pengembangan platform pendidikan online, sehingga mahasiswa/I dapat memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan melalui online.
Oleh sebab itu, Indonesia menyambut baik institusi pendidikan tinggi asing, yang mau bekerja sama dalam pembangunan ‘cyber universities’ di Indonesia, serta mengembangkan sistem pengajaran jarak jauh (online learning system).

permasalahan 
1. apakah menurut anda proses revolusi industri 4 sudah mulai muncul pada saat ini ? jelaskan 
2. Dalam kegiatan pendidikan manakah yang lebih berpengaruh sistem pengajaran konvesional atau digital/ menggunakan teknologi seperti saat ini ?
3. apakah yang  dituju pada era perubahan /revolusi industri 4 kepada setiap individu ?
4. Dalam persiapan menghadapi revolusi industri 4 dalam pendidikan apakah guru juga mempengaruhi proses perkembangan siswa tersebut ? jelaskan 



Komentar

  1. Saya akan menjawab pertanyaan ke 4. Yaitu Dalam persiapan menghadapi revolusi industri 4 dalam pendidikan apakah guru juga mempengaruhi proses perkembangan siswa tersebut ? jelaskan
    Jawabannya : iya, sangat berpengaruh. Agar dunia pendidikan tetap memiliki daya relevansi yang tinggi dalam era revolusi industri 4.0 atau era disrupsi, para pendidik (guru dan dosen) dalam proses pembelajaran perlu mengintegrasi capaian pembelajaran tiga bidang secara simultan dan terpadu, yaitu capaian bidang literasi lama, literasi baru, dan literasi keilmuan.

    BalasHapus
  2. Saya mencoba menjawab permasalahan 1.

    Revolusi industri 4.0 sudah hadir. Hal ini dapat dilihat dari adanya aplikasi Go-jek, maraknya situs belanja online, semua orang mempunyai smartphone, dan orang-orang tidak perlu lagi bertemu dengan tatap muka karena sudah bisa meet lewat aplikasi memanfaatkan teknologi.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya akan mencoba menjawab permaslaahan ke-2

    Pada dasarnya sistem pengajaran dengan digital atau menggunakan telnolgi ini sangat efiesn karena dapat diterapkan dimanapun dan kapanpun sehingga lebih efektif waktu pengajarannya dan lebih praktis dibandingkan dengan pengajaran secara konvensional namun jika di tinjau kembali masih banyak daerah diindonesia yang belum memiliki jangkauan internet sehingga hak tersebut menjadi kendala dalam proses pembelajarannya . Sekian :)

    BalasHapus
  4. Saya akan menjawab pertanyaan no 3. Yang menjadi tujuan revolusi industri 4 ialan individu yang memiliki kreatifitas, trampil , menguasai multimedia. Dan menjadi SDM yang berkualitas

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Pemprosesan Informasi menurut gagne dan atkinson

Teori Pemprosesan Informasi menurut gagne dan atkinson    Dalam suatu kegiatan belajar, seseorang menerima informasi dan kemudian mengolah informasi tersebut di dalam memori. Atkinson dan Shiffrin (1968) mengajukan suatu teori atau model tentang pemrosesan informasi dalam memori manusia yang menyatakan bahwa informasi diproses dan disimpan dalam 3 (tiga) tahapan, yaitu Sensory Memory , Short-term Memory , dan Long-term Memory (Huit, 2003; Flavell, 1985; Woolfolk, 2004; Gagne, 1985). Model pemrosesan informasi Atkinson dan Shiffrin ini dapat digambarkan dengan diagram sebagai berikut .                           Gambar Model pemrosesan informasi Sensory Memory (SM) Informasi masuk ke dalam sistem pengolah informasi manusia melalui berbagai saluran sesuai dengan inderanya. Sistem persepsi bekerja pada informasi ini untuk menciptakan...

Prinsip dasar multimedia pembelajaran

  Prinsip Dasar Multimedia Pembelajaran Menurut Mayer dan Moreno (2003), prinsip-prinsip ini adalah praktek-praktek terbaik untuk mengurangi beban kognitif siswa - ketika tuntutan pengolahan melebihi kemampuan pemrosesan mereka. Dengan kata lain, strategi ini dapat digunakan ketika penggunaan kata-kata, gambar, dan media dalam pembelajatan online lebih merangsang dan menghambat pembelajaran. M enggunakan 12 Prinsip Mayer dalam Kelas Apakah Anda mengajar TK atau di pendidikan tinggi, apakah di kelas fisik atau pada platform online, maka penting untuk menerapkan 12 prinsip Mayer ketika bekerja di lingkungan belajar digital dengan siswa Anda. Berikut adalah cara untuk menggunakan prinsip-prinsip ini di dalam kelas Anda: 1. Prinsip Koheren Siswa belajar terbaik ketika kata-kata asing, gambar, dan media dieliminasi. Ketika membuat pembelajaran online atau presentasi, pastikan untuk membatasi layar Anda hanya dengan informasi penting saja....

landasan teoritis multimedia pembelajaran

A. Pengertian Multimedia pembelajaran Media pembelajaran intinya ialah sebuah sarana agar dapat menyampaikan sebuah makna , dari sarana tersebut akan menimbulkan sebuah konsep dan konsep tersebut mampu dibangun oleh penerima  media. Multimedia pembelajaran Multimedia pembelajaran  merupakan media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafi,gambar,, foto, audio, animasi, secara terintegrasi. B. Landasan Penggunaan Media Menurut Piaget dalam Slameto (2010: 13) menyampaikan bahwa ada tiga tahap perkembangan mental anak, yaitu: 1) berfikir secara intuitif + 4 tahun, 2) beroprasi secara kongkrit + 7 tahun, 3) beroprasi secara formal + 11 tahun. Proses pembelajaran di lingkungan belajar siswa harus disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa. Anak usia sekolah dasar umumnya berada pada tahap perkembangan mental beroprasi secara kongkrit. Oleh sebab itu pada pembelajarana di sekolah dasar guru harus memberikan kondisi pembelajaran yan...